Banyak orang muda merasa bahwa penyakit jantung hanya menyerang orang tua, padahal kebiasaan buruk di masa muda bisa menjadi pemicu utama masalah kardiovaskular di kemudian hari. Salah satu faktor risiko terbesar adalah gaya hidup tidak aktif. Duduk terlalu lama di depan komputer atau ponsel tanpa aktivitas fisik dapat memperlambat metabolisme dan mengganggu sirkulasi darah. Dengan menambahkan waktu berjalan kaki, naik tangga, atau peregangan setiap beberapa jam, tubuh dapat tetap aktif dan jantung tetap terlatih.
Pola makan yang tinggi lemak jenuh, garam, dan gula juga merupakan faktor utama yang harus dihindari. Makanan cepat saji, minuman bersoda, dan camilan kemasan sering kali mengandung kadar garam dan lemak yang berlebihan. Konsumsi berlebih dapat menyebabkan tekanan darah meningkat dan menambah beban kerja jantung. Sebaliknya, mengganti camilan dengan buah segar atau kacang-kacangan akan memberikan energi alami tanpa membahayakan kesehatan.
Selain faktor fisik, stres juga memiliki peran besar terhadap kesehatan jantung. Tekanan emosional yang berkepanjangan dapat meningkatkan kadar hormon stres yang memengaruhi detak jantung dan tekanan darah. Untuk mengatasinya, penting bagi setiap orang muda untuk mencari cara mengelola stres dengan bijak, seperti berolahraga, bermeditasi, atau menikmati waktu bersama keluarga dan teman. Mengetahui dan menghindari faktor risiko ini sejak dini merupakan investasi terbaik untuk menjaga jantung tetap sehat hingga masa tua.
